My Mama always said you've got to put the past behind you before you can move on. -forrest gump-

Saturday

pemaksa yang terpaksa

Sesuatu yang terpaksa itu tidak pernah enak. 
Terpaksa makan, padahal sangat kenyang. 
Terpaksa tidur padahal belum mengantuk.
terpaksa pergi padahal ingin tidur.
terpaksa memukul padahal tak tega.
terpaksa bicara padahal ingin mendengar.
terpaksa senyum padahal ingin nangis.
terpaksa bilang iya padahal tidak.
terpaksa,..
Sehari ini rasanya saya terlalu pemaksa..
Mungkin saya hanya harus diam saja Dan melihat..
Mungkin.. 
Toh saya tidak suka dipaksa, jadi jangan memaksa..
Apapun itu, lakukan saja. Kalau hati senang, kenapa tidak..
Saya mulai malas memaksa..apalagi memohon.
Semua masih seperti basa basi.. Atau memang saya yang terlalu memaksa?
Entahlah..saya terpaksa setuju padahal tidak..biar saja, ini bukan tentang saya seorang. Tidak adil selalu memaksa. Bagaimana kalau dia menjadi terpaksa? Dan memaksakan.. Dan akhirnya tidak nyaman? Entahlah..
Ini Kali terakhir saya memaksa. Biarkan saja. Hanya saja saya takut tiba-tiba merasa tidak dianggap dan berakhir tawar..itu saja.

Hey, jangan merasa terpaksa. Kerjakan yang hati ingin.

Thursday

Pemanasan itu penting!!

"Makanya jangan lupa pemanasan"
Kalau diingat-ingat kayanya saya sudah cukup pemanasan kemaren, saya rasa ini karna lumayan lama saya tidak melakukan TRX makanya otot seperti kaget lagi. 



Apa sih TRX?
Latihan TRX diciptakan oleh seorang anggota Angkatan Laut AS, Randy Hetrick. Ide latihan ini muncul ketika ia tinggal di dalam kapal selam dan tidak memiliki peralatan latihan, serta terbatasnya ruangan untuk berlatih. Ia kemudian menggunakan sebagian dari perlengkapan parasut dan sabuk karate untuk membuat sebuah prototip TRX, yang bisa kita lihat pada zaman sekarang.

Wednesday

fix you

Kupang, pagi yang sedikit berat dari kemaren..2015


Jam udah pukul 8, bagian punggung lumayan pegel..efek over exercise kemaren. Otot rada-rada kaget mungkin. Hampir seminggu gak sempat olahraga. Segala urusan, ah apalah yang jadi alasan. Namun pegelnya badan tak sebanding dengan kagetnya saya semalam. Banyak drama!
Sempat ada rasa tidak percaya diri, tapi elusan dipunggung walau tak nyata nampaknya banyak bikin yakin. 
Berdiri pada kata yakin, cuma itu. Mata mana bisa liat? Terlalu jauh. Hanya bisa terus-menerus bilang pada hati 'tenang saja'.

Mendengar banyak bahasan, membuat mulai berpikir secara logis.ya, saya percaya. Entah keberanian Dari mana, tapi ini perasaan hebat buat saya. Mungkin untuk pertama kalinya dalam hidup, saya tidak langsung balik badan seperti yang dulu-dulu. 


Yaaaahh saya hanya berharap bisa jadi apa yang kamu butuhkan. Apa yang kamu harapkan. Berusaha memperbaiki apa yang sempat hancur dalam kamu. Saya bukan perempuan sempurna, dan kamu tau itu. Tapi saya merasa utuh saat dekat kamu. Taauu deh, what ever will be will be. Hanya saja saya ingin kamu paham, tembok percaya itu tipis. Tolong jaga jangan sampai roboh kena sandar para pengelana nakal.



To : Ma Hau
Jangan khawatir, saya tidak kemana-mana. Saya mungkin hanya sedikit bergeser agar kita dapat duduk bersama. Love you.


Monday

hati dapa gendok

Kaki masih sa gatal, sisa-sisa kena gigit nyamuk kemaren. Tangan ju pake sonde tahan untuk garok dan akhirnya luka luka. Nyamuk nyamuk memang tega.

Hari ini kayanya ini badan agak drop, mangantok tombak. Paleng pas panggil tukang urut dan pijit sampe tidor. Hari ini ju paling pas tidor sambil dengar suara dari bandung. Hari su sempurna su. 

Jatuh cinta su pasti, tapi nyaman yang paling penting. 

Yaaaahhh Tuhan ator saaa sudah. 

Beta dgn dia kayanya neu2 sa. 
Tuhan pasti ator untuk bae semua to.

Sunday

Jalan saja, Tuhan pasti tolong


Rote Timur, jumat 6 februari 2015



Hujan lebat menyambutku siang tadi, kapal mulai akrab dengan beton kokoh dilautan. Kapal berlabuh. perjalanan pertamaku ke pulau ti'i langga ini, semua serba tiba-tiba. Keputusan terbulat tanpa ragu-ragu. Entah mengapa tidak ada sedikitpun ketakutan untuk berkata 'ok, saya gabung'.
Trail putih menjemputku, menerobos hujan yang enggan berhenti walau sejenak. Basah, kuyup, sudah pasti, namun mata terbuai dengan hamparan hijau padang, hidung dimajakan aroma hujan..hmmmmm wangi rumput tak tergantikan.
1jam, sampai juga dirumah tempat kami tidur. 8 pasang mata mengawasiku melewati pintu. Rumah ini sedikit pengap, maklum saja jika hanya ada para lelaki disini. Aku melongo ke dalam kamar yang akan saya tempati, not so bad. Hanya berantakan dan tak terurus. Oke, sebaiknya mulai ganti baju dan berkenalan dengan jejaka-jejaka ini.
Seorang wanita muda datang dan berkenalan, namanya nita, dia juga salah satu calon pengajar bersama-sama aku nanti. Mulai saling cerita, ditemani kopi hitam manis dan sepiring sukun goreng. Menyenangkan.
Hari mulai sore, kami pergi ke lokasi sekolah dan terus melaju menuju pantai. Satu kata yang keluar adalah 'widiiiiihhhh'. Pasir putihnya seolah melambai memanggilku, 'heyyyy elta, kemari..letakkan kakimu di atasku'. Aku langsung membuka sendalku, menggantungnya bersama ranselku dan mulai berjalan pelan di antara butiran pasir yang dengan ramah mengijinkan kakiku terbenam didalamnya. Ku hirup dalam-dalam angin sore pantai Oesosole, membiarkan udara itu menguasai dadaku. Dua bocah tertawa riang di pelukan air jernih, menemani sang ibu yang sibuk menghamparkan untaian tali panjang dengan ikatan-ikatan kecil rumput laut. Perempuan tegap ini sedang mencari nafkah untuk keluarganya. Luar biasa.  Aku coba membantu, amatiran memang tapi setidaknya ini pengalaman baruku ikut terlibat budi daya rumput laut. Kami bermain-main sejenak, memanjakan kaki dan lutut yang sudah ikut basah. Terimakasih Tuhan untuk alam indah ini.
Ka john memanggil kami untuk kembali ke rumah, hari mulai gelap. Cahaya jingga perlahan pudar dari langit. Trail melaju menuju rumah. Hari pertama sangat mengesankan, masih ada hari kedua, ketiga, keempat, dan seterusnya. Aku tetap saja berjalan, Tuhan sudah bawa ketempat ini, terserah Tuhan mau diapakan lagi aku. Yaahh seperti bejana yang siap dibentuk..aku ikut saja perintah Bos diatas.




To: Ma Hau
Hey kamu yang membuat aku menulis lagi. Terimakasih.

Friday

dear ma hau

.......

Just a perfect day
Problems all left alone
Weekenders on our own
It's such fun

Just a perfect day
You made me forget myself
I thought I was someone else
Someone good

Oh, it's such a perfect day
I'm glad I spent it with you
Oh, such a perfect day
You just keep me hanging on
You just keep me hanging on
......





Tuesday

aku, mataku dan betina lapar

Mungkin aku harus tinggal dan menjadi penonton bisu, sampai otak ini bosan dengan sendirinya.. Ataukah Aku harus pergi bersembunyi dan mengintip dari kejauhan..berkompromi dengan hati. Ahh lemah!!
Hidup, bukan perkara Asmara yang aku resahkan. Kepala ini lebih sedang sakit memikirkan Isi kantong untuk esok hari. Hanya saja perihal cinta selalu bikin jantung sejenak berhenti. Menyedihkan!

Betina lapar menggali sekitarku, aku semakin kenal wujudnya. Dia pasti mencari dimana kusimpan lagi mataku. Pernah sekali dicakarnya, terluka..masih sakit hingga kini. Obat apa yang cocok untukku? Sulit dicari. Aku masih merasa sakit.
Mata ini bergerak semaunya, haruskah Ku buang saja? Atau kuberi pada betina lapar itu, biar tenang perutnya. Mungkin betina lapar lebih butuh mataku daripada aku..mungkin.
Aku dan dunia kecilku tidak butuh dikasihani, kami butuh disayangi. Kami tak ingin tangan yang menyentuh kepala dengan enggan, yang juga mengelus tangan kosong diseberang sana. Tak perlulah.
Kalau saja..ah biarlah ini semua jadi butir2 jagung kecil di setapak otakku. Kalau suatu waktu hilang dimakan burung, mungkin sudah saatnya jalan itu bersih. Pendaki yang akan datang tentu lega dengan setapak bersih didepannya.
Ini hanya tentang waktu. Itu saja.