My Mama always said you've got to put the past behind you before you can move on. -forrest gump-

Friday

Apa yang Tuhan tanya saat kita mati?

Apa yang Tuhan tanya saat kita mati?
entahlah..

Cerita tentang hidup tidak akan pernah selesai, selama napas masih ada sudah pasti selalu ada cerita baru setiap hari. Saya memilih keseharian sebagai inspirasi, mulai dari orang terdekat. Ada papa yang selalu membanggakan disetiap bicaranya, serta mama yang hampir selalu sempurna pada setiap lakunya. Bukan karna mereka orangtua kandung lantas saya memuji mereka berlebihan, bukan sama sekali. Tapi mereka memang manusia-manusia inspiratif. Dan saya dengan sangat tegap akan bicara lantang tentang mereka.
Setiap pagi mama selalu bangun duluan, papa menyusul dibelakangnya. Doa pagi sudah pasti, walau dilakukan masing-masing dari mereka berdua. Selepas itu mama mulai sibuk dengan persiapan apapun untuk hari itu. tidak tentu setiap harinya, kegiatan dia terlalu banyak untuk perempuan seusia dia.  Papa tidak kalah sibuk, sehabis doa dia selalu mendayung beberapa menit di sepeda statis sambil menonton berita apa hari ini.
Jika kita melihat kebelakang, belasan tahun lalu ketika dua-duanya masih teramat lebih sibuk dari ini. Saat papa belum pensiun, mama masih menjadi anggota DPR, rasanya pemandangan pagi tidak akan sepanjang ini. Bukan tentang kegiatan super padat yang akan saya bagi disini, tapi tentang bagaimana kegiatan itu menjadi berdampak dalam kehidupan sekitar mereka. Bukan melulu secara materi tapi secara rasa.
Rasa??
rasa seperti apa?
Rasa bahwa setiap hari adalah tantangan hidup untuk mereka. Saya pernah berpikir, kenapa juga mereka repot-repot menampung belasan sampai puluhan orang dirumah kami, disekolahkan, di beri makan dan dididik secara rohani. Apa yang mereka dapat.
Rupanya papa mama seperti tau saya mempertanyakan hal itu walau hanya di pikiran, papa bilang pada saya "kalau kita mau hidup sendiri-sendiri saja, cuma kita berlima ya bisa saja. yah anak-anak papa sekolahnya bukan di Indonesia semua bisa ke amerika kalau mau. Tapi kan nilai hidup bukan tentang itu anak. Banyak sodara kita yang susah untuk makan apalagi untuk sekolahkan anak. nah papa mama dikasih berkat lebih bukan untuk makan sendiri, tapi untuk dibagi-bagi. tenang saja, Tuhan akan selalu kasih yang berlebih untuk kita"
Saya hanya diam, berusaha memahami setiap kata dan kalimat papa. Umur belasan saat itu rasanya bukan usia yang tepat untuk diajak diskusi tentang hidup berbagi. Tapi itu yang terjadi.
Waktu terus berlalu, jumlah manusia di rumah kami total 30 orang. selalu banyak cerita setiap hari. Seru buat saya. Jadwal lokasi kerja tiap hari juga dibikin agar tidak sembarangan. Ada yang bagian membersihkan kaca jendela, menyapu di area utama, menyapu halaman, memasak pagi, siang dan malam. Semua tugas sudah ada yang kerjakan. Saya kebagian masak malam, walau lebih banyak mangkirnya..hehe..maklum ABG. haha
Setiap malam kami selalu berkumpul untuk ibadah malam, itupun selalu dibikin giliran. siapa yang berdoa, siapa yang pimpin pujian, siapa yang khotbah, dan siapa-siapa saja yang nanti kena dalam doa berantai. Biasanya papa atau mama yang selalu membagikan firman, wejangan yang kadang lama atau singkat. Nah giliran doa berantai, berhubung waktu doa yang sudah lumayan malam, banyak yang sudah mulai ngantuk. Saat mulai doa ada saja yang sampai sujud dan belum juga amin saat semua sudah amin..rupanya tertidur. haha hiburan malam saat itu.
Selesai doa kami masuk kamar masing-masing dan tidur.
Dari situlah saya mulai belajar berbagi. Ketika kita dikasih banyak yah untuk di bagi ke banyak orang juga. Doa bapa kami juga kita minta makanan secukupnya untuk hari ini kan, bukan makanan berbakul-bakul untuk disimpan makan berhari-hari. yakin saja pasti cukup.
Pagi datang, kegiatan bermula lagi seperti kemarin. Bangun jam 5 pagi dan sudah sangat ramai rumah di jam segitu. mulai mandi ke sekolah, sarapan dan berangkat. Karna kami menumpang mobil papa yang sekalian ke kantor yah kami selalu sangat pagi kesekolah. Papa sudah ada di kantor dari stengah 7 pagi. Saat pegawai bahkan sekertarisnya sendiri belum ada. Itulah salah satu teladan papa yang masih saya simpan di kepala sampai sekarang. Bagaimana sikap disiplin seorang pemimpin dilihat dari jam berapa dia sampai di kantor. Bukan datang terlambat dan di beri hormat sepanjang jalan menuju ruangannya. Pemimpin harus datang duluan. Saat siang ketika selesai sekolah, kami dijemput dan sekalian jemput papa untuk pulang. Kami mampir kantor papa dulu, bermain di ruang kerjanya. mengambil kertas kosong dan mulai menggambar. dan menggeletakkan di atas meja begitu saja. Dulu, saya berpikir bahwa papa hanya akan melihat kertas-kertas yang saya gambar dan membuang ke tempat sampah tanpa peduli. Tapi sekarang saya sangat paham cara pandang orangtua ketika melihat hal kecil yang dilakukan anaknya. Dikesempatan berikutnya saat papa bertugas ke jakarta, saya dibawakan banyak sekali spidol untuk gambar. Papa memperhatikan rupanya.
Tak beda jauh dari papa, mama rupanya memperhatikan kalau saya dan elton senang sekali membeli donal bebek. Entah mereka dapat darimana brosur-brosur toko buku gramedia atau apalah saat itu, isinya komik, cerita rakyat, dongeng dunia, kami tinggal tunjuk mau yang mana dan dibelikan. Luar biasa mama dan papa.
Saya ingat saat kecil di sekolah dasar saya pernah tanya sama papa mama, "teman saya punya mobil 3, TV besar dirumah, trus tapenya bagus mama".
Papa bertanya kembali, "elta kesekolah sekarang naik apa? mobil kan? butuh berapa mobil untuk bawa elta ke sekolah? satu? kita dirumah punya TV kan? elta bisa nonton TV tiap hari? dirumah elta kalo dengar lagu dimana? ditape juga kan?"
Sebenarnya saya tidak berharap ditanya kembali, tapi dikasih jawaban. "ooohh gampang nanti beli mobil lagi, iyaa nanti TV ganti yang besar, oohh tenang tape nya papa beli yang bagus bunyinya"
Namun yang terjadi yah saya di kasih pertanyaan untuk sendiri berpikir tentang fungsi daripada bentuknya. Saya diajak berpikir kalau tidak perlu iri dengan apa yang orang punya, sekalipun dia punya yang lebih baik. toh kita belum tentu butuh barang itu. dan itu masih saya terapkan sampai anak saya.
Bersyukur dengan apa yang ada, walau untuk sebagian orang tertawa saat saya mengatakan ini. mereka kadang bilang "yah lu enak hidup dari lahir tidak pernah susah. ya bersyukurlah".
Bukan masalah itu teman, sungguh. esesensi dari sikap syukur itu tidak ditentukan dari berapa banyak yang kita punya. Kalau ukurannya materi, tentu tidak ada korupsi. toh koruptor bisa ada karna ketidakpuasan dalam hidup. ingin lebih dan lebih lagi entah bagaimana caranya. Jadi bukan tentang materi tapi sikap hati.
Hidup yah Hidup, tanpa harus bicara banyak hidup akan terus berjalan. Mungkin bagi kamu hidup saya itu monoton atau "ah begitu saja apa yang dibanggakan", atau menurut kamu hidup saya terlalu enteng untuk jadi inspirasi. oh itu urusan tiap orang. ini hanya tentang cara pandang. justru hal yang paling sederhana pun bisa jadi bahan perenungan kalau orang mau peka. masalahnya manusia cenderung melihat hal besar barulah bisa menjadi patokan hidup. Salah. sangat salah. karna membangun rumah saja butuh jutaan kerikir kecil dan milliyaran pasir. itulah bagaimana jangan sampai hal kecil menjadi terlalu sepele untuk di pedulikan.
Buat saya, orangtua saya selalu membawa hal baru setiap hari. walau mereka hanya diam, membaca koran, membersihkan rumah, sibuk dengan gadgetnya, tapi entahlah sepertinya guratan keriput diwajah mereka yang sedang bercerita. Saya sangat bangga bercerita pada orang-orang yang belum pernah mengenal mereka tentang bagaimana nilai hidup orangtua saya. Yaahh sampai kapan mereka ada bersama saya dan adik-adik saya serta cucu-cucu mereka, cuma Tuhan yang tau. Yang saya tau ketika saatnya mereka pergi, itulah saatnya nilai hidup mereka saya bangkitkan lagi dalam hidup saya. Saya yakin bisa.
Terimakasih sudah menjadi orangtua yang teramat pengertian tanpa mau memaksa apa yang kalian mau untuk kami jalanin.
Yahhh apa yang Tuhan tanya ketika kita mati….mungkin saja pertanyaannya
Apa kamu sudah punya nilai untuk oranglain?
Orangtua saya akan bangga menjawab "Ya"

tetap sehat pahlawan-pahlawanku…
GBU both

Thursday

hidup bisa saja Rollercoaster

rote, 8 Desember 2016

hidup itu bukan rollercoaster ya?

bisa aja ah ky rollercoaster..
kenapa bisa?
karna naik turun dan berentinya atau masih lanjut ya ada yang control.

aku suka kalimat "God direct my life, and He is a good director"..
itu bisa dipake dalam hal rollercoaster ini. Tuhan jadi pengendali rollercoaster hidup kita. berenti di titik terendah bukan selalu bicara tentang posisi hidup saat berhenti. Tapi bisa saja mengenai cara pandang yang lebih merunduk. Bukan juga tentang keterpurukan, tapi bukannya saat berhenti kita memang kembali ke nol?
hidup bisa saja seperti rollercoaster, kita tau pada akhirnya akan berhenti, tapi tanjakan dan turunan terjal sangat teramat menantang untuk di lalui.
hidup seumpama memilih wahana di taman hiburan.
mau santai, pilih saja komidi putar yang monoton. naik dan turun tanpa guncangan. serta berhenti perlahan. ada saja manusia yang memilih jalan aman. biasa-biasa saja.
atau lebih mudah lagi naik perahu yang melintasi deretan boneka perwakilan dunia. sungguh manusia enggan hidup. hanya menjalani hari dan menjadi penonton keberhasilan manusia-manusia lain.

rollercoaster memang terdengar umum.
Ketika rollercoaster berada di titik tertinggi, itu hanya sebentar sebelum menukik tajam dan kembali berputar kencang naik turun. Berada di titik tertinggi bukan selalu bicara tentang kesuksesan. Belum tentu. karna mungkin saja itu mengenai penguasaan diri.
Ketika orang berada di pusat kontrol diri dan bisa mengatur irama hidupnya, dia ada di titik tertinggi. bukan tentang materi. sungguh bukan.
Namun mengapa cuma sebentar di atas? bukankah menguasai diri harus selamanya?
menukik turun bisa saja berarti pengujian atas klaim kontrol diri yang kita punya. apakah akan stabil atau malah muntah di tengah jalan.
Ada lagi bagian kepala terputar terbalik kebawah, wow benar-benar test hidup. Seluruh makanan mungkin saja keluar karna perut banyak terguncang.
Masih bisa kontrol dirimu?
rollercoaster bisa sekali putaran atau dua kali bila kita minta. tergantung sang pengontrol, masih kasih kesempatan untuk mengulang lagi ataukah sudah cukup.
yah setidaknya putaran kedua sudah tidak mendebarkan seperti pertama. sudah bisa tau kapan akan menanjak dan menukik..sudah bisa hafal kapan kepala dibalik kebawah.

buat aku, masa lalu adalah kesempatan pertama naik rollercoaster. muntah dan mual saat berhenti. dan mungkin saja sakit kepala berkepanjangan...
Untungnya Tuhan ngasih kesempatan kedua dengan manusia lain di sampingku.
dan itu kamu.
Tenang saja temanku, aku tau kapan rollercoaster ini akan berputar terbalik
pegang saja tanganku. atau teriak saja kalau kamu ingin muntah.

hmmmmm tapi tunggu dulu...
Bukankah ini juga kesempatan rollercoaster keduamu hey temanku?
jadiii kita berdua tidak akan muntah lagi.
Aku jamin.

cheeeersss

iam your life partner
forever
#bookoflife
#lifeisyou
#paintourworld

Friday

Asumsi asumsi asumsi asumsi

Nyanyian hillsong berkumandang di seluruh sekolah. Suara malam diantara hening membuat semua semakin jelas.
Saya berlindung di dalam kelambu biru , menunduk ke arah laptop, bekerja diantara nota-nota dan kertas-kertas rencana belajar. Pikiran sekali-kali melayang jauh ke seberang pulau. Sedang apakah manusia-manusia terkasihku?
Ratusan angka malahan berubah menjadi image-image asumsi yang membuat diri gelisah dan khawatir. Saya keluar dari kelambu, meraih tas, handphone, jacket, kunci Mobil Dan berjalan keluar. Teman guruku masih bekerja di kelasnya. Melihat sekilas dan bertanya saya hendak kemana.
"Saya mau telp dulu" Kata saya sambil berlalu.
Dia hanya mengangguk.
Seorang penjaga sekolah Dan assisten kelas yang saat itu ada akhirnya ikut.
Mobil melaju melewati jalanan batu yang 2 tahun ini selalu kami lewati. Udara malam bercampur bau tanah selepas hujan seperti ikut mendukung perasaan khawatir saya.
Sampai juga di tempat biasa kami berhenti dan tenggelam dalam dunia Maya.
Masing-masing mulai sibuk, saya menelpon kekasih yang sedang sibuk persiapan pameran. Beberapa Kali telp tidak diangkat.
Rasanya gelombang khawatir mulai berubah menjadi amarah. Berbagai kata pedas tertulis di obrolan HP. Menelpon lagi sampai akhirnya dijawab.
Emosi yang sudah sampai kepala serta merta tumpah saat mendengar telp dijawab. Wawawawawaawwaa...marah.
Dia hanya menarik nafas dan tetap tenang. Dan meminta maaf karna terlambat mengangkat telp.
Jadi malu sendiri, siapa yang salah. Siapa yang minta maaf.
Suara marah makin mereda, dan kamipun bicara dengan baik dan tenang. Akhir pembicaraan yang damai.
Dan dia minta ijin untuk kembali sibuk dengan persiapannya.
Yahhh terimakasih buat kamu yang mau mengerti saya. Peluk saja saat saya marah. Pelukan itu bisa membuang marah ke tempat yang sangat jauh.
Jangan pergi saat saya marah..jangan pernah pergi. Saya tak pernah sungguh-sungguh saat marah dan kamu tau itu.
Terimakasih Sudah mau mencari saya lagi.
Kamu dan segalanya tentang kamu yang suka membuat saya khawatir. Saya dan segala tentang saya yang sering juga membuat kamu bertanya-tanya. Tetap seperti ini. Buat saya harus kamu. Dan akan selalu kamu.

Lovwuuu maideiv

Saturday

What ever will be will be

Hari ini anak2 ditanya tentang mau menjadi apa nanti mereka, banyak yang menjawab tukang ojek. Alasannya sederhana, banyak uang. Tidak ada yg salah dengan cita-cita, toh semuanya tentang mengumpulkan pundi2, hanya saja pengaruh strata membuat perbedaan antara satu kerja dan kerja yang lain. Sebagai orang2 yang mendidik mereka, dan sebagai sumber terpercaya mereka, kita jelas tidak boleh semerta-merta mengharamkan pekerjaan 'tukang ojek' yang jadi cita2 mereka. Beberapa orangtua mereka adalah tukang ojek, bisa saja mereka menggangap sepele pekerjaan orangtua hanya karna kita salah memberitahu. Kita hanya boleh membesarkan cita2 awal ke arah yang lebih luas. Bisa saja mereka menjadi tukang ojek dengan jumlah kendaraan yang banyak sehingga akhirnya mereka menjadi lapangan pekerjaan buat orang lain dengan menyewakan motor untuk dipakai ojek. Sebut saja perkembangan jaman saat ini Dengan banyak hadir layanan ojek online membuat profesi 'tukang ojek' naik level. Namun sayangnya naik tingkat ini hanya dinikmati kota besar, Tapi untuk mereka di tempat kecil ini informasi itu masih di luar pikiran mereka.. Mereka masih sulit tau cara mengembangkan cita2. Anak2 dengan otak serap mereka, apa yang mereka lihat itulah yang jadi inspirasi mereka. Tugas kita ya memberi mereka lebih banyak inspirasi dan referensi, bukan untuk saling meremehkan pekerjaan orang lain, tapi setidaknya mereka punya plan A , plan B bahkan C jika saja ada kegagalan di rencana awal. Selama masih ada nafas, tidak ada salahnya mencoba bukan? Yang penting tidak mengambil sesuatu yang bukan miliknya alias mencuri.

Monday

just like last day in your life..

Sing just like today is the last day of your life..laugh just like that is the best humor in the world..kiss just like you have to saying goodbye..shake just like he is the last person you met..hug just like he is the last place you will lay on..do you ever know about tomorrow? How you breathe..how you speak..how you even talk to your neighbour..
Take the advantage to life with Him. 
No matter how it hurt. 

Sunday

Bungkusan lusuh itu tetap ada nilai

Lembang, 4 Oktober 2015

Udara lembang masih tetap dingin seperti bulan-bulan sebelumnya, belum berubah. Ah mungkin juga tidak akan berubah. 
Beberapa bulan ini banyak hal lama yang terasa baru. Hal tersembunyi yang dibantu keluar menghirup udara baru.. Seseorang bilang padaku, "casing yang dibahas, mati dibelatungin jadi tengkorak"..
Sederhana, tapi kompleks saat di bawa ke dunia nyata. Fisik masih yang utama, menarik sudah pasti dilirik. Perlu waktu khusus untuk mengenal yang tidak dilirik untuk bisa tertarik.  
Mata memang pemilih, tapi bukannya hati lebih perasa? Bagaimana jika mata tak lagi melihat? Bukankah dengan jari, mata dan hidung masih sama tempatnya? 
Mengapa manusia selalu saling tuntut.."kamu harus seperti ini, kamu perlu memakai ini..kamu begini dan begitu.."
Bukankah Tuhan membuat otak dengan ide tak terbatas? Mengapa membatasi seluas televisi?
Tidak perlu bicara tentang membetulkan posisi kuping saat perut mulai terbiasa kosong.. Pikirkan saja lambungmu, abaikan kulit mati yang setiap hari terlepas. Semu semua itu. 
Hmmm
Hanya perkara kain pembungkus. Tidak lebih. Itu saja. Terlalu dangkal melihat plastik hitam lusuh sudah pasti berisi bangkai, bisa saja ada burung kecil tak berdosa berharap kasih tak terbatas dan dibawa pulang..kebanyakan dibiarkan daripada dikenali. 
Ah sudahlah. Bagaimana adanya saja. 
Tidak dilirik? Ah Tuhan tau siapa yang harus melirik..
Jalani saja, perbaiki yang rusak, naikkan yang mulai turun, terangi yang akan padam.. Kamu tetap akan ada disana.



Saturday

Bicara sendiri..

Coba lompat lebih tinggi..
Coba Saja.. Mungkin Kamu bisa tau seberapa tinggi aku melompat untuk kau pilih..