My Mama always said you've got to put the past behind you before you can move on. -forrest gump-

Friday

Tidak perlu melihat jika rasa sudah terpuaskan

"Bapa tidak Tunggu keluarga jemputkah? Bisa pulang sendiri?"

"Biar saya jalan pelan-pelan Saja"

Pemandangan tengah hari di IGD Ini agak-agak bikin ngilu. Seorang bapak berjalan tertatih keluar melalui pintu lebar putih. Tidak perlu menunggu orang lain untuk keluar. Tidak perlu pasti pikirnya. Atau mungkin keluarga Memang tidak terlalu peduli? Ataukah dia type yang tidak ingin merepotkan? Mungkin Saja. Semua bisa terjadi. 
Sepasang suami Istri tanpa Sendal berbincang di tengah gemuruh batuk sang Istri. Sedikit mengelus kepala buah hatinya, tangan yang satu memegang kantong setukat roti dan minuman gelas. Suami tampak lelah. Berdiri di samping tabung oksigen yang membantu si Istri bernapas. Pakaiannya lusuh, tapi hatinya licin..berusaha menyenangkan Pasangan jiwanya yang mulai pesimis. 

Cinta kadang tidak terkira. Menembus tebalnya materi. 
Sang bapak yang enggan merepotkan..
Sang suami yang tidak merasa repot..
Cinta..sesederhana itu. 
Tapi terbanyak sulit di genggam. Barangkali tangan terlalu sibuk mencari yang lebih harum di Indra mata..
Barangkali Saja begitu..
Ya sudah lah.  Tiap kepala sudah bisa Memilih. Berjalan dengan Kasih tak terbatas atau membangun tembok dengan standard. 
Pilih Saja. Kamu yang lebih tau.

Frederika..

Selama hidup Oma selalu bernyanyi, "Yesus menginginkan daku bersinar bagiNya..dimanapun ku berada, ku menyenangkanNya. Bersinar..bersinar itulah kehendak Yesus.."

Pagi Tadi Oma Punya sinarnya sendiri. Terbaring dan tersenyum kecil. 

Rasanya Masih mendengar suaranya bernyayi, 

rasanya Masih mendengar hentakan mesin jahit dimana semua perca menjadi arti..

rasanya Masih mendengar dia bicara tentang kenapa harus makan yang benar..

rasanya dia Masih mendengkur pelan dan terkadang kencang..

Rasanya dia Masih berjalan kedepan kebelakang dengan jutaan ide2...

Rasanya dia Masih tetap hangat..Masih tetap melihat..Masih tetap menyentuh dengan tangan keriput yang dulu memandikan saya..

Hey perempuan tua yang Punya banyak cerita...Kamu Akan sangat dirindukan..sangat dirindukan..sampai jumpa disana perempuan hebatku..cium sayang untuk yang lain. Love u oma Frederika Adolf Kolo Bubu - Willi

Wednesday

Menoleh terlalu Sering

Kupang, 22 Juli 2015

Udara panas, dan terik mentari di atas kepala tidak juga membuat cair sebongkah Kasih yang sedang terbentuk. Beberapa sedikit merasa terganggu, terbanyak mengiyakan dengan senyuman. 
Saya Pikir yang lalu sudah pergi ke awan dengan tertawa senang, tapi saya salah. Masih Saja Ada telunjuk yang tidak Akan rela melihat saya tersenyum. 
Mengapa begitu gusar? Mengapa?
Bukankah alur berjalan kita berbeda?seperti timur dan Barat..
Mengapa selalu Memutar balik Hanya untuk menggunjing? 
Mungkin,..ya mungkin Saja, Ada sisi tidak terpenuhi..mungkin..entahlah..apa Ada rasa kurang Percaya pada hati sendiri?

Berhentilah sebelum uratmu putus sebelum wAktunya. Terlalu banyak Pikir Hanya ciptakan kerutan disekitar jantung.
Saya tidak perlu diurus. Sungguh tidak perlu. Awasi Saja matamu, jangan sampai Terjatuh lagi pada kepala yg lain.
Saya sungguh tidak peduli. 
Sangat tidak peduli.


Sunday

Cerita hari ini..dan mungkin esok.

Beberapa orang bertahan dalam standard kesempurnaan,
Padahal manusia pasti Punya cacat.
Beberapa orang Hanya bisa menoleh pada sesuatu yang bersinar,
Padahal matahari Saja Punya waktu terbenam.
Beberapa orang berpikir esok hari ingin makanan lezat,
Padahal Maut bisa Saja datang nanti siang.

Kamu ya Kamu
Dia ya Dia
Saya ya Saya
Mereka ya Mereka

Tidak Ada hati dan jantung yang Sama..
Mungkin rasa yang bisa Saja Sama..
Seandainya yang lalu begitu luar biasa,
Sudah pasti tidak kecewa...

Berhenti berkata "dimana lagi Ada yang sesempurna itu?"
He/she is not that perfect. 
Hati yang tidak bisa melepaskan yang ciptakan keutuhan itu.
Renungkan Saja, mungkin Saja pikiran kita seragam.







Friday

"What if I told you, the joke isn't funny anymore?"

Ya, sudah tidak menyenangkan lagi jika Kamu mulai membuat banyak orang terluka..
Sudah tidak menyenangkan lagi jika Kamu sudah bisa menciptakan kebencian di dalam satu tubuh..
Sudah tidak menyenangkan lagi jika Kamu Hanya bisa memandang orang lain  lebih rendah darimu..
Sudah tidak menyenangkan lagi jika yang selalu Kamu  pikirkan adalah "apa dia Masih Ada disini?"
Sudah tidak menyenangkan lagi jika mulut selalu Juara daripada otak..
Sudah tidak menyenangkan lagi jika Kamu selalu salah melihat Titik sebagai koma berkepanjangan...
Saya, Kamu, dia, kalian, mereka, semua Punya jalan sendiri-sendiri. 
Tidak perlu menilai, Ini bukan ujian.
Tidak perlu berteriak, Ini bukan pertandingan.
Tidak perlu memaki, Ini jelas bukan tong sampah.
Tidak perlu..sungguh tidak perlu. 
Jalan Saja terus, pandang sebelahmu. Buat apa melihat ke belakang. Toh orang-orang di belakang kalian sudah berbelok ke Arah Tujuan lain. 

Hanya Saja Ada satu yang perlu Kamu tau, malaikat kecil yang selalu berkeliling di sekitarku jangan sampai Kamu bikin Menangis. Jangan. 
Pikirkan itu hey gadis.


Kupang, 26 Juni 2015



Friday

Mereka panggil dia David


Ruangan pengap itu membuatmu menangis keras
Suara marah melayangkan anganmu lebih tinggi
Tatapan tajam kau balas sendu. Kosong.
Mereka hanya bingung, dear David.
Mereka hanya tidak tau, dear David.
Mereka hanya belum paham, dear David.
Aku bertanya pada mereka.
Ingin rasanya memelukmu. Tidak ada kesempatan.
Mereka bilang kamu jenius hanya saja banyak bermimpi.
Mereka bilang kamu ramah hanya saja terlalu diam.

Dear David, kamu ada karna harus ada.
Dear David, jangan merasa terbuang.
Dear David, kamu terlalu berharga untuk merasa tidak dicintai.
Dear David, jangan takut. Kamu hanya sedang belajar berhadapan dengan hidup keras diluar sana.
Dear David, maaf tidak pernah memelukmu.
Dear David, entah kapan kita bertemu lagi.
Dear David, jangan lagi Ku dapati kau menangis dalam ruang gelap itu.

Dear David, tolong jangan menangis lagi. Beri aku senyum kikukmu. Jesus loves you dear David. Jangan nangis lagi ya..



(David, murid grade 1. Anak hasil pemerkosaan seorang kakak pada adik perempuannya. Dibuang ketika dilahirkan, saat ini tinggal di panti asuhan)