My Mama always said you've got to put the past behind you before you can move on. -forrest gump-

Monday

"Good boy Adolf, selamat istirahat ya"

 Senin 7 November 2011

Saya bangun agak telat hari ini. jam 6.30. Efek begadang semalem bikin badan sama mata berat buat diangkat. Tapi terpaksa harus bangun. Kalo tidak, yah siapa yang nyiapin perintilan si bocah buat sekolah?

Sedikit diseret-seret, kaki menuju pemanas air buat susu, trus lanjut manasin air mandi, nyiapin sarapan, terakhir ya membangunkan boss kecil ini. Yang ini lebih berat lagi buka matanya. Cara paling ampuh adalah mukanya dilap pakai air. hehehe...langsung melek walaupun marah.


Sambutan pertama buat dia adalah senyum "selamat pagi Adolf, sekolah yuk".
"no, Adolf bobo" 
"betul tidak mau sekolah?"
"no, Adolf bobo"

Si bocah kembali balik badan, posisi tengkurap dan mata ditutup.
weleh. repot nih. Lirik jam dinding, jam 7.15. 
Tinggal 1 jam lg masuk. Belum minum susu, belum makan, belum mandi, belum lagi loncat-loncatnya. Bakal telat kalo kaya gini.
Terpaksa digendong, marah-marah sudah pasti. Tendang-tendang, apalagi. Tapi emang harus bangun buat sekolah.



Setelah semua prosesi wajib dilakukan, brangkatlah kita menuju sekolah. Jarak rumah - sekolah cuma makan waktu 10 menit. Nah kita telat 15 menit sampai disekolah. 

Tapi, lho kok sepi? Mobil berhenti tepat didepan gerbang warna warni sekolah, masih tetap heran kenapa sepi. Tidak lama kemudian muncul satpam sekolah.
"ibu, hari ini masih libur. Tadi udah ada juga 5 orangtua yang datang. nah ibu yang ke-6 hari ini"
halah..gak ada konfirmasi dari sekolah kalau libur hari ini.

Ya sudah, balik rumah lagi kalau gitu. Tapi melihat wajah adolf, kayanya dia bingung kenapa dia tetap di dalam mobil. Harusnya kan dia turun dan masuk kelas.
"hari ini Adolf libur, tidak ada sekolah. Besok baru sekolah lagi ya"
"yaaaaaa....." Adolf menjawab sambil tarik nafas panjang.

Dalam perjalanan pulang yang kebetulan searah, kita mampir Hero buat beli roti. Gak perlu keranjang apalagi kereta dorong kalo cuma roti. Tapi demi menghindari kericuhan akibat tangan kecil yang sudah pasti menyentuh semua barang, yah harus pake kereta dorong.

Si bocah di naikkan ke dalam kereta dorong, tugas dia adalah mengambil roti dari rak roti dan menaruh kedalam keranjang.

Sekalipun rencana awal hanya beli roti, tidak ada salahnya muter-muter dikit. Pas lewat lemari es tempat jus dan yogurt, sepaket Yakult isi 6 langsung di ambil sama Adolf.
"mama, yakut mama", Yakultnya dipeluk sambil senyum penuh maksud.
 Nah, kalau begini lebih baik segera menuju kasir. 
Saat dikasir, Adolf kembali bertugas menyerahkan barang belanjaan pada kasir untuk dihitung. Ketika mau bayar juga harus melalui dia.

Akhirnya sampai juga dirumah. Terbayang ada beberapa pekerjaan yang harus selesai siang ini. Termasuk tugas kampus. Harusnya waktu-waktu paling tenang mengerjakan tugas ya saat Adolf lagi disekolah. Kalau dia lagi rumah sudah sangat mustahil bisa dengan santai ngerjain tugas-tugas. hmm...

Tapi hari ini ternyata diluar dugaan, Adolf bisa lebih tenang. Dia lebih memilih main sendiri dan nonton tv ketimbang mengajak saya main bersama. Bagus deh.

Jam 11 tepat, waktunya makan siang buat Adolf. Belum juga selesai makan, masih ada 3 sendok lah, Adolf masuk kamar. Ambil posisi di tempat tidur, mengambil bantal guling, dan tidur. 
Wah hari ini dia sangat pengertian sekali.

Sekarang saya bisa santai mengerjakan tugas-tugas. Biar saja sekarang dia mengisi baterainya, sore nanti baru kita lanjutkan bisnis antara ibu dan anak. 

Saya hampiri dia yang lagi tertidur nyenyak, beri kecupan kecil yang lembut di pipi putihnya.  Dan berbisik pelan.
"Good boy Adolf. Selamat istirahat yah"













 






No comments:

Post a Comment