My Mama always said you've got to put the past behind you before you can move on. -forrest gump-

Monday

just like last day in your life..

Sing just like today is the last day of your life..laugh just like that is the best humor in the world..kiss just like you have to saying goodbye..shake just like he is the last person you met..hug just like he is the last place you will lay on..do you ever know about tomorrow? How you breathe..how you speak..how you even talk to your neighbour..
Take the advantage to life with Him. 
No matter how it hurt. 

Sunday

Bungkusan lusuh itu tetap ada nilai

Lembang, 4 Oktober 2015

Udara lembang masih tetap dingin seperti bulan-bulan sebelumnya, belum berubah. Ah mungkin juga tidak akan berubah. 
Beberapa bulan ini banyak hal lama yang terasa baru. Hal tersembunyi yang dibantu keluar menghirup udara baru.. Seseorang bilang padaku, "casing yang dibahas, mati dibelatungin jadi tengkorak"..
Sederhana, tapi kompleks saat di bawa ke dunia nyata. Fisik masih yang utama, menarik sudah pasti dilirik. Perlu waktu khusus untuk mengenal yang tidak dilirik untuk bisa tertarik.  
Mata memang pemilih, tapi bukannya hati lebih perasa? Bagaimana jika mata tak lagi melihat? Bukankah dengan jari, mata dan hidung masih sama tempatnya? 
Mengapa manusia selalu saling tuntut.."kamu harus seperti ini, kamu perlu memakai ini..kamu begini dan begitu.."
Bukankah Tuhan membuat otak dengan ide tak terbatas? Mengapa membatasi seluas televisi?
Tidak perlu bicara tentang membetulkan posisi kuping saat perut mulai terbiasa kosong.. Pikirkan saja lambungmu, abaikan kulit mati yang setiap hari terlepas. Semu semua itu. 
Hmmm
Hanya perkara kain pembungkus. Tidak lebih. Itu saja. Terlalu dangkal melihat plastik hitam lusuh sudah pasti berisi bangkai, bisa saja ada burung kecil tak berdosa berharap kasih tak terbatas dan dibawa pulang..kebanyakan dibiarkan daripada dikenali. 
Ah sudahlah. Bagaimana adanya saja. 
Tidak dilirik? Ah Tuhan tau siapa yang harus melirik..
Jalani saja, perbaiki yang rusak, naikkan yang mulai turun, terangi yang akan padam.. Kamu tetap akan ada disana.



Saturday

Bicara sendiri..

Coba lompat lebih tinggi..
Coba Saja.. Mungkin Kamu bisa tau seberapa tinggi aku melompat untuk kau pilih..

Friday

Tidak perlu melihat jika rasa sudah terpuaskan

"Bapa tidak Tunggu keluarga jemputkah? Bisa pulang sendiri?"

"Biar saya jalan pelan-pelan Saja"

Pemandangan tengah hari di IGD Ini agak-agak bikin ngilu. Seorang bapak berjalan tertatih keluar melalui pintu lebar putih. Tidak perlu menunggu orang lain untuk keluar. Tidak perlu pasti pikirnya. Atau mungkin keluarga Memang tidak terlalu peduli? Ataukah dia type yang tidak ingin merepotkan? Mungkin Saja. Semua bisa terjadi. 
Sepasang suami Istri tanpa Sendal berbincang di tengah gemuruh batuk sang Istri. Sedikit mengelus kepala buah hatinya, tangan yang satu memegang kantong setukat roti dan minuman gelas. Suami tampak lelah. Berdiri di samping tabung oksigen yang membantu si Istri bernapas. Pakaiannya lusuh, tapi hatinya licin..berusaha menyenangkan Pasangan jiwanya yang mulai pesimis. 

Cinta kadang tidak terkira. Menembus tebalnya materi. 
Sang bapak yang enggan merepotkan..
Sang suami yang tidak merasa repot..
Cinta..sesederhana itu. 
Tapi terbanyak sulit di genggam. Barangkali tangan terlalu sibuk mencari yang lebih harum di Indra mata..
Barangkali Saja begitu..
Ya sudah lah.  Tiap kepala sudah bisa Memilih. Berjalan dengan Kasih tak terbatas atau membangun tembok dengan standard. 
Pilih Saja. Kamu yang lebih tau.

Frederika..

Selama hidup Oma selalu bernyanyi, "Yesus menginginkan daku bersinar bagiNya..dimanapun ku berada, ku menyenangkanNya. Bersinar..bersinar itulah kehendak Yesus.."

Pagi Tadi Oma Punya sinarnya sendiri. Terbaring dan tersenyum kecil. 

Rasanya Masih mendengar suaranya bernyayi, 

rasanya Masih mendengar hentakan mesin jahit dimana semua perca menjadi arti..

rasanya Masih mendengar dia bicara tentang kenapa harus makan yang benar..

rasanya dia Masih mendengkur pelan dan terkadang kencang..

Rasanya dia Masih berjalan kedepan kebelakang dengan jutaan ide2...

Rasanya dia Masih tetap hangat..Masih tetap melihat..Masih tetap menyentuh dengan tangan keriput yang dulu memandikan saya..

Hey perempuan tua yang Punya banyak cerita...Kamu Akan sangat dirindukan..sangat dirindukan..sampai jumpa disana perempuan hebatku..cium sayang untuk yang lain. Love u oma Frederika Adolf Kolo Bubu - Willi

Wednesday

Menoleh terlalu Sering

Kupang, 22 Juli 2015

Udara panas, dan terik mentari di atas kepala tidak juga membuat cair sebongkah Kasih yang sedang terbentuk. Beberapa sedikit merasa terganggu, terbanyak mengiyakan dengan senyuman. 
Saya Pikir yang lalu sudah pergi ke awan dengan tertawa senang, tapi saya salah. Masih Saja Ada telunjuk yang tidak Akan rela melihat saya tersenyum. 
Mengapa begitu gusar? Mengapa?
Bukankah alur berjalan kita berbeda?seperti timur dan Barat..
Mengapa selalu Memutar balik Hanya untuk menggunjing? 
Mungkin,..ya mungkin Saja, Ada sisi tidak terpenuhi..mungkin..entahlah..apa Ada rasa kurang Percaya pada hati sendiri?

Berhentilah sebelum uratmu putus sebelum wAktunya. Terlalu banyak Pikir Hanya ciptakan kerutan disekitar jantung.
Saya tidak perlu diurus. Sungguh tidak perlu. Awasi Saja matamu, jangan sampai Terjatuh lagi pada kepala yg lain.
Saya sungguh tidak peduli. 
Sangat tidak peduli.


Friday

"What if I told you, the joke isn't funny anymore?"

Ya, sudah tidak menyenangkan lagi jika Kamu mulai membuat banyak orang terluka..
Sudah tidak menyenangkan lagi jika Kamu sudah bisa menciptakan kebencian di dalam satu tubuh..
Sudah tidak menyenangkan lagi jika Kamu Hanya bisa memandang orang lain  lebih rendah darimu..
Sudah tidak menyenangkan lagi jika yang selalu Kamu  pikirkan adalah "apa dia Masih Ada disini?"
Sudah tidak menyenangkan lagi jika mulut selalu Juara daripada otak..
Sudah tidak menyenangkan lagi jika Kamu selalu salah melihat Titik sebagai koma berkepanjangan...
Saya, Kamu, dia, kalian, mereka, semua Punya jalan sendiri-sendiri. 
Tidak perlu menilai, Ini bukan ujian.
Tidak perlu berteriak, Ini bukan pertandingan.
Tidak perlu memaki, Ini jelas bukan tong sampah.
Tidak perlu..sungguh tidak perlu. 
Jalan Saja terus, pandang sebelahmu. Buat apa melihat ke belakang. Toh orang-orang di belakang kalian sudah berbelok ke Arah Tujuan lain. 

Hanya Saja Ada satu yang perlu Kamu tau, malaikat kecil yang selalu berkeliling di sekitarku jangan sampai Kamu bikin Menangis. Jangan. 
Pikirkan itu hey gadis.


Kupang, 26 Juni 2015



Friday

Mereka panggil dia David


Ruangan pengap itu membuatmu menangis keras
Suara marah melayangkan anganmu lebih tinggi
Tatapan tajam kau balas sendu. Kosong.
Mereka hanya bingung, dear David.
Mereka hanya tidak tau, dear David.
Mereka hanya belum paham, dear David.
Aku bertanya pada mereka.
Ingin rasanya memelukmu. Tidak ada kesempatan.
Mereka bilang kamu jenius hanya saja banyak bermimpi.
Mereka bilang kamu ramah hanya saja terlalu diam.

Dear David, kamu ada karna harus ada.
Dear David, jangan merasa terbuang.
Dear David, kamu terlalu berharga untuk merasa tidak dicintai.
Dear David, jangan takut. Kamu hanya sedang belajar berhadapan dengan hidup keras diluar sana.
Dear David, maaf tidak pernah memelukmu.
Dear David, entah kapan kita bertemu lagi.
Dear David, jangan lagi Ku dapati kau menangis dalam ruang gelap itu.

Dear David, tolong jangan menangis lagi. Beri aku senyum kikukmu. Jesus loves you dear David. Jangan nangis lagi ya..



(David, murid grade 1. Anak hasil pemerkosaan seorang kakak pada adik perempuannya. Dibuang ketika dilahirkan, saat ini tinggal di panti asuhan)

Thursday

Pemanasan itu penting!!

"Makanya jangan lupa pemanasan"
Kalau diingat-ingat kayanya saya sudah cukup pemanasan kemaren, saya rasa ini karna lumayan lama saya tidak melakukan TRX makanya otot seperti kaget lagi. 



Apa sih TRX?
Latihan TRX diciptakan oleh seorang anggota Angkatan Laut AS, Randy Hetrick. Ide latihan ini muncul ketika ia tinggal di dalam kapal selam dan tidak memiliki peralatan latihan, serta terbatasnya ruangan untuk berlatih. Ia kemudian menggunakan sebagian dari perlengkapan parasut dan sabuk karate untuk membuat sebuah prototip TRX, yang bisa kita lihat pada zaman sekarang.

Sunday

Jalan saja, Tuhan pasti tolong


Rote Timur, jumat 6 februari 2015



Hujan lebat menyambutku siang tadi, kapal mulai akrab dengan beton kokoh dilautan. Kapal berlabuh. perjalanan pertamaku ke pulau ti'i langga ini, semua serba tiba-tiba. Keputusan terbulat tanpa ragu-ragu. Entah mengapa tidak ada sedikitpun ketakutan untuk berkata 'ok, saya gabung'.
Trail putih menjemputku, menerobos hujan yang enggan berhenti walau sejenak. Basah, kuyup, sudah pasti, namun mata terbuai dengan hamparan hijau padang, hidung dimajakan aroma hujan..hmmmmm wangi rumput tak tergantikan.
1jam, sampai juga dirumah tempat kami tidur. 8 pasang mata mengawasiku melewati pintu. Rumah ini sedikit pengap, maklum saja jika hanya ada para lelaki disini. Aku melongo ke dalam kamar yang akan saya tempati, not so bad. Hanya berantakan dan tak terurus. Oke, sebaiknya mulai ganti baju dan berkenalan dengan jejaka-jejaka ini.
Seorang wanita muda datang dan berkenalan, namanya nita, dia juga salah satu calon pengajar bersama-sama aku nanti. Mulai saling cerita, ditemani kopi hitam manis dan sepiring sukun goreng. Menyenangkan.
Hari mulai sore, kami pergi ke lokasi sekolah dan terus melaju menuju pantai. Satu kata yang keluar adalah 'widiiiiihhhh'. Pasir putihnya seolah melambai memanggilku, 'heyyyy elta, kemari..letakkan kakimu di atasku'. Aku langsung membuka sendalku, menggantungnya bersama ranselku dan mulai berjalan pelan di antara butiran pasir yang dengan ramah mengijinkan kakiku terbenam didalamnya. Ku hirup dalam-dalam angin sore pantai Oesosole, membiarkan udara itu menguasai dadaku. Dua bocah tertawa riang di pelukan air jernih, menemani sang ibu yang sibuk menghamparkan untaian tali panjang dengan ikatan-ikatan kecil rumput laut. Perempuan tegap ini sedang mencari nafkah untuk keluarganya. Luar biasa.  Aku coba membantu, amatiran memang tapi setidaknya ini pengalaman baruku ikut terlibat budi daya rumput laut. Kami bermain-main sejenak, memanjakan kaki dan lutut yang sudah ikut basah. Terimakasih Tuhan untuk alam indah ini.
Ka john memanggil kami untuk kembali ke rumah, hari mulai gelap. Cahaya jingga perlahan pudar dari langit. Trail melaju menuju rumah. Hari pertama sangat mengesankan, masih ada hari kedua, ketiga, keempat, dan seterusnya. Aku tetap saja berjalan, Tuhan sudah bawa ketempat ini, terserah Tuhan mau diapakan lagi aku. Yaahh seperti bejana yang siap dibentuk..aku ikut saja perintah Bos diatas

Wednesday

they will never make me cry!

Animal instinct nya cranberries udah 3 Kali diputer..ngehelah otak saat ini. Antara lega, marah, sedih atau apalah..rasanya pengen nendang, mukul atau aaahh taulah!!
Selalu ada suara kecil yang bilang 'he is not the one', tapi penyangkalan selalu lebih menang. Tapi mata Tuhan melihat maaannn!! Hahaahha yang benar selalu benar, yang salah ya selalu salah. Waktu Tuhan kita gak pernah tau, bisa sekarang di kasih pentunjuk bisa jg nanti. Entahlah..
God is good for me...ditengah campur aduknya perasaan, selalu ada dia..si Bocah kecil gw. Amazing yah Tuhan itu. Selalu tepat waktu. Ya sudahlah..seperti lirik lagu, cikar kanan cari laen!! Adiosss!!