My Mama always said you've got to put the past behind you before you can move on. -forrest gump-

Tuesday

Yang sudah selesai, ya selesai!!

Coba saja letakkan bingkai disekitar bagian tembok yang rusak ini, sebuah karya seni baru telah lahir.
Buku "Cacing dan kotoran kesayangannya" sudah cukup lama ada di kamar kakak saya. Dulu saat melihat gambar sampul buku itu saya pernah terpikir untuk membacanya, tapi selalu saja rasanya ada hal lain yang lebih penting untuk dilakukan. Kira-kira setelah lewat 2 tahun berapa bulanlah baru saya benar-benar punya niat membaca. Bisa dilihat saya membutuhkan waktu yang lama untuk sadar dan melakukan sesuatu yang berguna...hehehe...


Nah, tapi bukan berarti sudah semua bagian saya baca. Saya baru saja membaca sampai bab 16. Namun 16 bab itu lumayan merubah pandangan saya tentang hal-hal yang banyak terjadi di hidup saya dan kebanyakan orang. 

Seperti cerita Dua Bata Jelek. Cerita sederhana, saat seorang biksu yang tidak berpengalaman dalam bertukang punya tugas untuk membangun wihara. Ketidaktahuan biksu itu membuat dia salah dalam meletakkan posisi batu bata. Sehingga dua batu bata itu miring. Melihat posisi bata yang cacat, sang biksu malah berniat membongkar seluruh tembok, bahkan pada bagian bata yang tidak salah, untuk membangun kembali.

Hampir semua bahkan semua manusia pernah melewati fase ini. Bagaimana orang terlalu terfokus pada kesalahan kecil dan mengacuhkan keindahan yang ternyata lebih banyak.

Saya tersenyum kecil, mengingat dua bata jelek yang selalu saya pikul kemana-mana. Perlahan dua bata jelek itu saya letakkan. Buat saya ini bukan juga hal yang mudah, karena ini menyangkut kepercayaan diri. Dan saya kurang ahli dalam hal itu. 

Sekilas saya tiba-tiba terlempar kembali ke masa lalu, ketika saya masih menjadi orang yang jarang berpikir panjang. Melontarkan kata-kata tajam apabila ada sedikit saja celah yang bisa di maki. betapa saya seorang yang brengsek kala itu. Entahlah, itu semua diluar kesadaran. 

Dan kala semua itu sudah berlalu, waktu telah menarik saya menjadi perempuan yang lebih baik. Tapi tunggu dulu, belum tentu orang-orang masa lalu yang pernah saya sakiti sudi berdamai dengan saya. Belum tentu!!
Beban "merasa tidak dimaafkan" itu terus menerus saya tempatkan di kepala kecil ini. Terkadang saat datang kegagalan salam sebuah usaha saya, atau patah hati dalam sebuah asmara, saya selalu berpikir "ini mungkin karma". 

Kalau disamakan dengan cerita batu baja jelek itu, ini bukan kesalahan kecil menurut saya. Dulu mungkin itu sepele, tapi sekarang itu semua menjadi kesalahan yang besar. Menyakitkan membuat seseorang terluka oleh kata-kata dan perbuatan kita. 

Mungkin meminta maaf adalah jalan terbaik. emm..Bagaimana memulainya? Bilang pada mereka, satu persatu saya meminta maaf atas apa yang pernah saya katakan? bagaimana ternyata itu hanya membuka luka lama yang sebenarnya sudah sembuh, mereka bahkan tidak pernah tau apakah mereka pernah luka dulu.

Saya memulai dengan mencari sejumlah nama-nama orang yang pernah saya lukai perasaannya, hal paling mudah dan modern. Facebook, untunglah hampir semua orang di facebook bersedia mencantumkan nama asli. Jadi perkara lacak melacak bukan masalah sulit.

Satu-satu saya lihat, mereka tampak bahagia dengan kehidupannya. beberapa dari mereka malah sudah terdaftar di deretan ribuan teman facebook saya. Kami mulai mengobrol biasa walau tidak terlalu banyak bahan untuk dijadikan topik. Mereka sudah memaafkan saya sepertinya.
Atau dulu malah mereka mengganggap saya hanya seorang remaja labil kurang perhatian yang melampiaskan segala kekesalan pada orang yang kelihatan tak berdaya... 
 You guys so cool!!!SALUTE!!
Dua batu bata jelek itu masih tetap saya bawa sepertinya, namun bagian-bagiannya perlahan-lahan terkikis dan terjatuh sepanjang jalan. 
Mereka, teman-teman saya mengganggap YANG SUDAH SELESAI, YA SELESAI....
Mereka lebih bahagia melihat kami tertawa bersama dalam obrolan tak penting tapi membuat dahi terlambat berkerut...

Sekarang giliran saya yang bilang begitu..walau...saya butuh sedikit waktu lagi ok!!

Selesai

Jakarta, 18 Oktober 2011


2 comments:

  1. Kak Elta.... B mengunjungi kak pung blog.. I proud of you kak.. Kepp moving kak.. You know, God see our heart.. Just follow your heart. And you did it. No one can judge others.. Kepingin kalo maen ke jakarta mau maen ke kak.. Boleh ko kaka?? Hehheheheh.. God bless

    ReplyDelete
  2. boleh dong...ks tau sj kpn dtg e dek....

    ReplyDelete