Jakarta, 15 Juli 2011 Selamat malam Jakarta, bulan tak lagi satu malam ini. ada dua bulan melambaikan tangannya kearahku. aku balik melambai. ku sunggingkan sedikit senyum diujung bibir. hmm.. mengapa malam ini mereka begitu ramah padaku?
Lelaki paruh baya itu masuk pekarangan rumahku tanpa ijin terlebih dahulu. Kami pun tidak pernah merasa terganggu dengan kehadirannya. Memakai seragam kuning dan celana biru selutut dengan gesit dia mengangkat semua sampah yang telah tertumpuk selama 2 hari.
4 orang berdiri menjaga seorang wanita tangguh yang sebenarnya penjaga dari ke-4 orang yang berdiri itu..inilah penghargaan atas ketangguhannya menjaga kami...
Berterimakasihlah pada Tuhan atas indera perasa yang masih sempurna, sehingga kita masih bisa merasakan betapa lezatnya tumis bunga pepaya ini...oooooohhhhh.....
H idup bagai sepasang sepatu yang mulai usang, berhenti sejenak untuk memandangi ujungnya yang makin terkelupas? ataukah terus berjalan walau kadang bahkan sering terdengar bunyi berdenyit-denyit saat air mulai tergenang didalamnya... bedroom... 18 April 2011
Malam itu hujan turun deras sekali. hmm...yah akhirnya kita terjebak di bawah tenda minimart kuta. gak bisa kemana-mana. yah maklumlah, tiket PP gratisan hasil simpaty seorang sahabat
Jakarta 8 April 2011 Saat boneka tersayang rusak ditangan saudaramu...jangan menangis Saat gigimu belum juga tumbuh...jangan menangis Saat teman main menertawakan rambut kusutmu...jangan menangis