4 orang berdiri menjaga seorang wanita tangguh yang sebenarnya penjaga dari ke-4 orang yang berdiri itu..inilah penghargaan atas ketangguhannya menjaga kami...
Berterimakasihlah pada Tuhan atas indera perasa yang masih sempurna, sehingga kita masih bisa merasakan betapa lezatnya tumis bunga pepaya ini...oooooohhhhh.....
H idup bagai sepasang sepatu yang mulai usang, berhenti sejenak untuk memandangi ujungnya yang makin terkelupas? ataukah terus berjalan walau kadang bahkan sering terdengar bunyi berdenyit-denyit saat air mulai tergenang didalamnya... bedroom... 18 April 2011
Malam itu hujan turun deras sekali. hmm...yah akhirnya kita terjebak di bawah tenda minimart kuta. gak bisa kemana-mana. yah maklumlah, tiket PP gratisan hasil simpaty seorang sahabat
Jakarta 8 April 2011 Saat boneka tersayang rusak ditangan saudaramu...jangan menangis Saat gigimu belum juga tumbuh...jangan menangis Saat teman main menertawakan rambut kusutmu...jangan menangis
Keajaiban kecil yang tertanggung hanya berputar-putar tak jelas hendak kemana.. ada satu pertanyaaan sederhana yang terus memutar-mutar di otakku.. bagaimana aku akan pergi nanti? berbicara pada lawan main hanya bertahan beberapa detik, selebihnya kembali lagi untuk berperang dengan urat nadi dan syaraf otak yang mulai melelh karna terpaan angin malam. aduh, seandainya mata ini bisa kugadaikan kepada penjual sepeda itu pastilah pohon akan mengayunkan dahannya tanpa mau berpikir kapan dia akan mati.
Tinggal ditengah ibukota yang penuh dengan berbagai tawaran tidaklah mudah untuk Mira, seorang gadis belia 16 tahun yang juga berasal dari keluarga ekonomi bawah. Tinggal dalam ruangan sempit 4x4meter dan harus ditempati bersama ibu ayah dan keempat adiknya yang masih kecil.
Jakarta 11 maret 2011 Baru saja pulang dari kampus diruang nonton ada yogi yang lagi nonton tv, metro tv memutar berita gempa terhebat di jepang dengan video hanyutnya gedung-gedung yang dilewati air karna tsunami. air mata sedikit lancang mengalir dipipi, terbayang begitu banyak orang yang kehilangan tempat tinggal dan kesulitan untuk mencari makan dan membersihkan diri pada saat genting seperti ini. Efek gempa jepang dan tsunami
jakarta, 5 maret 2011 Sore ini papa menelpon hanya untuk menanyakan "sudah baca email dari papa yang baru?", "belum" kataku..yahh..beberapa hari lalu aku mengirimkan beberapa kata singkat padanya melalui email untuk sekedar singgah ke blogku dan mungkin baru sempat kemaren atau hari ini dia membacanya..aku jd teringat
"Sayang," kata suami kepada istrinya, "aku mengundang temanku dan pacarnya untuk makan malam di rumah." "Apa? Apakah kamu gila? Rumah ini berantakan, saya tidak berbelanja, semua piring kotor, dan aku tidak bisa memasak makanan yang lezat!" "Aku tahu semua itu."
"...cepatlah besar matahariku...tinjulah congkaknya dunia buah hatiku..." sepenggal lagu dengan berjuta kenangan, sedikit mengharu biru mengenang hampir 3 tahun lalu. saat itu semua terasa masih sangat kelabu, cuma ada sedikit senyum tapi masih saja terasa mengekang kepala..