Posts

BUAH JATUH TIDAK JAUH DARI POHON

Image
Saya bukan tukang gambar yang punya gaya gambar realis, tapi ingatan tentang Ama Jacob dan Nona Rika sangat real di kepala saya. Mereka opa oma saya.  Ama Jacob adalah lelaki tampan berkulit terang yang suka sekali berjalan dengan kedua tangan di belakang, dan berjuta ide di kepala yang siap di eksekusi.  Sedangkan nona Rika, ah si perempuan hebat ini..bisa di bayangkan bagaimana sibuknya seorang ibu yang juga pegawai negri dan punya 9 orang anak. fiuhh!! Tidak heran jika oma akhirnya minta pensiun dini, mungkin ya biar lebih fokus mengurus segala sesuatu di rumah. 

P.A.P.A

Image
"jadi orangtua itu terus berpikir tentang anaknya. Bagaimana saat anak itu lahir, bagaiman dia bertumbuh, bagaimana dia belajar, dimana dia kerja, siapa pendamping hidupnya, bagaimana dia diperlakukan saat menikah, apakah dia sehat, apakah dia bahagia...Orangtua hanya akan berhenti berpikir tentang anaknya apabila orangtua meninggal" Kalimat papa itu saya dengar kira-kira saat SMA atau sedang ku liah. Entahlah di kesempatan apa. Tapi itulah yang saya ingat selalu. Buat saya, papa saya itu adalah

TITIK AWAL UNTUK TERAKHIR

Image
"Erotisme cuma icip-icip yang cepat habis dan mudah dilupakan. Jangan diambil hati. Walau perempuan selalu pakai hati. Hati ini bukan buat kamu. "

BIRU LANGIT BUKAN MERAH

Image
kritikus berkeliaran bak ninja..  sudahlah, selama ikat pinggang masih ada sisa lubang, sio Tete manis masih tolong.  kalau organ selalu jadi masalah, coba dulu berdamai dengan ketiak.   tidak perlu dacing soal kerja.   yang tidak sejalan di anggap bintang laut, entah uniknya atau tak punya otaknya... terlalu banyak bekas luka bikin manusia lupa dimana pernah terluka.. stop sebentar...  masih daging yang wara wiri.. percuma menghafal doa, kalau perkara kentut selalu bikin otak kanan dan kiri tukar tempat.. lari saja kalau memang ingin berlari.. ingat saja cuma ada satu leher.. berhenti membuat utama kalau pundak selalu terkekang... titik.

SENDA SENDU

Image
Mungkinkah seperti apa yang sering aku dambakan..  atau itu semua cuma permainan di atas segala yang bermain.. layaknya berdiri terhimpit sesuatu yang sudah terlalu tua untuk merasa bebas..  kalau saja angin punya warna, rambut akan ikut senada.. duduk tak lagi seirama ketika dada berdentum melihat luka.. melihat mata dengan belakang kepala.. rindu berlari terlalu pelan bahkan berhenti.. mereka-reka di kala ujung malam... sunyi tidak pernah semerdu ini... menguap tak berarti lelah...  tidur saja.... biar saja jadi penggalan asa yang seharusnya tidak pernah mulai berjalan...

AKU, TERAKU, MENGAKU

Image
Mengaku-ngaku agar diaku...   Lama-lama jadi Gila mencari akuan...membatasi khayal sebatas pinggang,.... ah sayang sekali kepala terlampau sibuk mengingat ibu jari...  Sungguh malang memang....  Mencari senyum yang disimpan di kantung sendiri...  terlalu sibuk menunjuk tengkorak sampai lupa jari mulai terkupas.....  mungkin kalau alis dan dahi tyda terlalu dekat, bisa saja bahak lebih mudah tersirat.. Selamat terus tertawa palsu dalam agenda buram yang tidak pernah jelas....

MIMPI Si TUKANG BATU

Malam ini radio cerita rakyat oleh opa Adolf kembali mengudara. Cerita-cerita yang tetap berulang tapi tetap menarik di dengarkan. Karena perbedaan usia membuat kepala punya analisa berbeda dalam cerita-cerita tersebut. Mulai dari kisah ibu tiri dan anak durhaka yang suka bikin Adolf haru biru. Yang terakhir ya tentang mimpi si tukang batu. Ini keren sekali menurut saya. Tapi semua tergantung cara pandang. Selamat membaca. MIMPI SI TUKANG BATU Alkisah seorang tukang batu yang kelelahan saat sedang menghancurkan batu, si tukang batu pun tertidur dan bermimpi. Dalam mimpinya si tukang batu melihat matahari yang sangat terik membuat orang-orang kepanasan. Sang tukang batu berpikir, "wah ternyata matahari lah yang terkuat. aku mau menjadi matahari." maka berubahlah si tukang batu menjadi matahari. Saat menjadi matahari, si tukang batu menaikkan panasnya sehingga orang-orang menjadi sangat panas. Tiba-tiba datanglah awan menutupi matahari, sang tukang batu berpikir "...

Menimbang nilai isi kepala

"Pendeta bisa masuk neraka, karena kalau pendeta  kasih roti  ke orang banyak, dia ambil setengahnya dan sisanya buat bagi2. Tapi penjahat yang tukang bunuh orang bisa masuk surga karena kalau kasih roti dia bagi sama rata buat semuanya termasuk dia..." Ini kalimat hasil bincang ringan dengan salah satu kami punya bapa-bapa di kampung. Kalimat yang lumayan bikin saya bertanya-tanya. Yah ternyata semua itu tentang nilai yang mereka rangkum selama ini. Perihal sebuah situasi yang mungkin menurut penilaian mereka tidak seharusnya begitu. Kami menangkap ada kekecewaan-kekecewaan kecil seperti embun yang terkumpul dan akhirnya mengeras. Dan menghasilkan letupan-letupan yang sebenarnya tidak perlu. Ada banyak rasa sedih disitu.. sedih tidak di anggap dan di hampiri.. sedih tidak di pedulikan.. Mungkin karena hati terlanjur berharap namun ternyata jauh dari harapan. Apalagi sudah pernah ada yang memberi dan menurut mereka terbaik. Susah memang jika terlanjur ada perbandinga...

Dirasa, merasa, perasa

Sebuah cerita selalu berawal dari perkenalan. Bagaimana semua itu berlanjut, tergantung dari cocok tidaknya sebuah percakapan. Banyak kali manusia terjebak dalam sketsa penyangkalan hanya karena menolak berjalan  sendiri.  Namun tidak sedikit manusia lebih memilih berjalan sendirian daripada terasing dalam bincang yang terbanyak tiada terkait. Ada sebuah kalimat menarik, "banyak orang berakhir sendirian karena tidak berani menegur duluan".. menarik untuk di pikirkan.  Karena pada dasarnya tidak ada yang mau sendirian. Orang yang katanya tak waras saja bahkan punya teman khayalan yang selalu di ajak bicara. Dalam sebuah cerita hidup tentang bicara, seringkali kita memilih diam karena merasa kata-kata tidak lagi mampu menjelaskan. Diam yang terpelihara terlahir dari ego yang sudah ada dari manusia tercipta. Ego banyak memantahkan sebuah romantisme yang seharusnya terus di bangun. Kenapa harus begitu? bukankah semua rasa bisa kita cipta? Kenapa harus menunggu ingin kala...

KERANG DAN HATI

Sore ini kita datang sedikit lebih awal ke pantai, meskipun kita memang sudah janjian bersama-sama orangtua murid untuk 'pele' bersama nanti malam. yah pele itu suatu kegiatan tradisional masyarakat pesisir kala laut sedang surut hingga malam. kegiatan tersebut di tentukan dengan naik dan turunnya bulan. kala bulan sabit, bulan akan lebih sore terlihat dan saat  itulah laut mulai surut. Laut akan kembali naik saat bulan mulai turun. ketika purnama malah sebaliknya, laut akan surut sore dan akan kembali pasang saat bulan bulat sempurna mulai naik. saya suka turun ke laut kala purnama, karna saat air mulai pasang bulannya terlihat sangat besar dan menakjubkan. nah ketika saya dan fany mulai menyisir pantai, fany mulai memungut cankang kerang yang berwarna. saya tanya ke dia "lu mau bawa kapan itu? kan tar kita masuk laut. itu mau simpan dimana?" kenapa saya tanya, ya maklum saja, nanti ketika kami masuk laut yang kami bawa itu hanya sosorok atau keranjang untuk menar...

NILAI NILAI NILAI

manusia hidup untuk nilai. nilailah yang membuat menjamurnya tempat bimbingan belajar, les privat, kursus dan lainnya. Nilai telah membuat orang membuat kepalanya seperti sedang berlomba. banyak sekali kategori nilai. ada nilai uang, nilai kepandaian, nilai keindahan, nilai budaya, nilai hayati, nilai etik dan nilai-nilai lainnya. Padahal nilai sendiri tidak punya batas maksimal. karna setiap harinya pasti ada saja yang lebih dari nilai kemarin. Ketika orang mulai menilai orang, bisa jadi standart maksimal ya diri dia sendiri. Lain  lagi di area pendidikan, nilai selalu jadi tolak ukur anak ini dapat naik atau tidak. Saat budaya mulai di nilai, ada unsur penghargaan disitu. Budaya dalam tiap daerah tidak pernah sama, sehingga jika etika dalam suatu budaya mulai manjadi penilaian maka sebaiknya jangan memasang nilai. sebab sebuah budaya itu tidak ternilai, sekalipun terlihat biasa atau tidak beradap buat orang lain. Tapi itulah budaya. Nilai hidup seorang anak biasanya akan terli...

ASAL - ASALAN

OESOSOLE, 28 FEBRUARI 2017 Judulnya mungkin asal-asalan, tapi jujur tulisan ini jauh dari   asal-asalan. Dua kata ini lagi sering sekali saya dengar dan saya ucapkan. Kebanyakan malah saya ucapkan saat murid dikelas mulai mengerjakan sesuatu dengan tidak fokus, saya bilang “hmm mulai asal-asalan, ayo fokus”.. Tapi dua kata ini juga yang sedang sering saya dengar, karna kata itu ditujukan untuk saya. Manusia bergerak maju, semua mahluk hidup juga bergerak maju. Bahkan tumbuhan selalu condong kearah matahari bersinar.   Mungkin tak adil saat menyamaratakan manusia dengan tumbuhan yang cuma tinggal di tempat, ah tapi tidak juga. Dandelion harus lepas dari induknya untuk mulai menyebarkan benih-benihnya, dan mulai hidup baru. Ini bicara tentang perubahan, tentang pembaharuan, tentang bagaimana melihat hal yang membuat hidup terasa lebih hidup.   Saat seorang manusia masih memandang sepeda butut dengan padangan yang sama seperti belasan tahun lalu, masih saja meli...

Apa yang Tuhan tanya saat kita mati?

Apa yang Tuhan tanya saat kita mati? entahlah.. Cerita tentang hidup tidak akan pernah selesai, selama napas masih ada sudah pasti selalu ada cerita baru setiap hari. Saya memilih keseharian sebagai inspirasi, mulai dari orang terdekat. Ada papa yang selalu membanggakan disetiap bicaranya, serta mama yang hampir selalu sempurna pada setiap lakunya. Bukan karna mereka orangtua kandung lantas saya memuji mereka berlebihan, bukan sama sekali. Tapi mereka memang manusia-manusia inspiratif. Dan saya dengan sangat tegap akan bicara lantang tentang mereka. Setiap pagi mama selalu bangun duluan, papa menyusul dibelakangnya. Doa pagi sudah pasti, walau dilakukan masing-masing dari mereka berdua. Selepas itu mama mulai sibuk dengan persiapan apapun untuk hari itu. tidak tentu setiap harinya, kegiatan dia terlalu banyak untuk perempuan seusia dia.  Papa tidak kalah sibuk, sehabis doa dia selalu mendayung beberapa menit di sepeda statis sambil menonton berita apa hari ini. Jika kita melih...

hidup bisa saja Rollercoaster

rote, 8 Desember 2016 hidup itu bukan rollercoaster ya? bisa aja ah ky rollercoaster.. kenapa bisa? karna naik turun dan berentinya atau masih lanjut ya ada yang control. aku suka kalimat "God direct my life, and He is a good director".. itu bisa dipake dalam hal rollercoaster ini. Tuhan jadi pengendali rollercoaster hidup kita. berenti di titik terendah bukan selalu bicara tentang posisi hidup saat berhenti. Tapi bisa saja mengenai cara pandang yang lebih merunduk. Bukan juga tentang keterpurukan, tapi bukannya saat berhenti kita memang kembali ke nol? hidup bisa saja seperti rollercoaster, kita tau pada akhirnya akan berhenti, tapi tanjakan dan turunan terjal sangat teramat menantang untuk di lalui. hidup seumpama memilih wahana di taman hiburan. mau santai, pilih saja komidi putar yang monoton. naik dan turun tanpa guncangan. serta berhenti perlahan. ada saja manusia yang memilih jalan aman. biasa-biasa saja. atau lebih mudah lagi naik perahu yang melintasi d...

Asumsi asumsi asumsi asumsi

Nyanyian hillsong berkumandang di seluruh sekolah. Suara malam diantara hening membuat semua semakin jelas. Saya berlindung di dalam kelambu biru , menunduk ke arah laptop, bekerja diantara nota-nota dan kertas-kertas rencana belajar. Pikiran sekali-kali melayang jauh ke seberang pulau. Sedang apakah manusia-manusia terkasihku? Ratusan angka malahan berubah menjadi image-image asumsi yang membuat diri gelisah dan khawatir. Saya keluar dari kelambu, meraih tas, handphone, jacket, kunci Mobil Dan berjalan keluar. Teman guruku masih bekerja di kelasnya. Melihat sekilas dan bertanya saya hendak kemana. "Saya mau telp dulu" Kata saya sambil berlalu. Dia hanya mengangguk. Seorang penjaga sekolah Dan assisten kelas yang saat itu ada akhirnya ikut. Mobil melaju melewati jalanan batu yang 2 tahun ini selalu kami lewati. Udara malam bercampur bau tanah selepas hujan seperti ikut mendukung perasaan khawatir saya. Sampai juga di tempat biasa kami berhenti dan tenggelam dalam dunia...

What ever will be will be

Image
Hari ini anak2 ditanya tentang mau menjadi apa nanti mereka, banyak yang menjawab tukang ojek. Alasannya sederhana, banyak uang. Tidak ada yg salah dengan cita-cita, toh semuanya tentang mengumpulkan pundi2, hanya saja pengaruh strata membuat perbedaan antara satu kerja dan kerja yang lain. Sebagai orang2 yang mendidik mereka, dan sebagai sumber terpercaya mereka, kita jelas tidak boleh semerta-merta mengharamkan pekerjaan 'tukang ojek' yang jadi cita2 mereka. Beberapa orangtua mereka adalah tukang ojek, bisa saja mereka menggangap sepele pekerjaan orangtua hanya karna kita salah memberitahu. Kita hanya boleh membesarkan cita2 awal ke arah yang lebih luas. Bisa saja mereka menjadi tukang ojek dengan jumlah kendaraan yang banyak sehingga akhirnya mereka menjadi lapangan pekerjaan buat orang lain dengan menyewakan motor untuk dipakai ojek. Sebut saja perkembangan jaman saat ini Dengan banyak hadir layanan ojek online membuat profesi 'tukang ojek' naik level. Namun sayangn...

just like last day in your life..

Image
Sing just like today is the last day of your life..laugh just like that is the best humor in the world..kiss just like you have to saying goodbye..shake just like he is the last person you met..hug just like he is the last place you will lay on..do you ever know about tomorrow? How you breathe..how you speak..how you even talk to your neighbour.. Take the advantage to life with Him.  No matter how it hurt. 

Bungkusan lusuh itu tetap ada nilai

Lembang, 4 Oktober 2015 Udara lembang masih tetap dingin seperti bulan-bulan sebelumnya, belum berubah. Ah mungkin juga tidak akan berubah.  Beberapa bulan ini banyak hal lama yang terasa baru. Hal tersembunyi yang dibantu keluar menghirup udara baru..  Seseorang bilang padaku, "casing yang dibahas, mati dibelatungin jadi tengkorak".. Sederhana, tapi kompleks saat di bawa ke dunia nyata. Fisik masih yang utama, menarik sudah pasti dilirik. Perlu waktu khusus untuk mengenal yang tidak dilirik untuk bisa tertarik.   Mata memang pemilih, tapi bukannya hati lebih perasa? Bagaimana jika mata tak lagi melihat? Bukankah dengan jari, mata dan hidung masih sama tempatnya?  Mengapa manusia selalu saling tuntut.."kamu harus seperti ini, kamu perlu memakai ini..kamu begini dan begitu.." Bukankah Tuhan membuat otak dengan ide tak terbatas? Mengapa membatasi seluas televisi? Tidak perlu bicara tentang membetulkan posisi kuping saat perut mulai terbiasa kosong.. Pikirkan saja lamb...

Bicara sendiri..

Image
Coba lompat lebih tinggi.. Coba Saja.. Mungkin Kamu bisa tau seberapa tinggi aku melompat untuk kau pilih..

Tidak perlu melihat jika rasa sudah terpuaskan

"Bapa tidak Tunggu keluarga jemputkah? Bisa pulang sendiri?" "Biar saya jalan pelan-pelan Saja" Pemandangan tengah hari di IGD Ini agak-agak bikin ngilu. Seorang bapak berjalan tertatih keluar melalui pintu lebar putih. Tidak perlu menunggu orang lain untuk keluar. Tidak perlu pasti pikirnya. Atau mungkin keluarga Memang tidak terlalu peduli? Ataukah dia type yang tidak ingin merepotkan? Mungkin Saja. Semua bisa terjadi.  Sepasang suami Istri tanpa Sendal berbincang di tengah gemuruh batuk sang Istri. Sedikit mengelus kepala buah hatinya, tangan yang satu memegang kantong setukat roti dan minuman gelas. Suami tampak lelah. Berdiri di samping tabung oksigen yang membantu si Istri bernapas. Pakaiannya lusuh, tapi hatinya licin..berusaha menyenangkan Pasangan jiwanya yang mulai pesimis.  Cinta kadang tidak terkira. Menembus tebalnya materi.  Sang bapak yang enggan merepotkan.. Sang suami yang tidak merasa repot.. Cinta..sesederhana itu.  Tapi terbanyak sulit di genggam...